Thursday, June 18, 2015

Kampoeng Kali Jujugan Serayu

Suasana santai di Jujugan Resto
Mendoan panas dengan rasa yang  pass

Beberapa waktu lalu saya sedang menghadiri pernikahan saudara saya di Purwokerto, setelah usai menghadirinya saya dan keluarga besar mengadakan perjalanan untuk pulang kembali ke Yogyakarta menggunakan mobil. Untuk pulang ke Yogyakarta kami memalui melalui wonosobo, sampai diseputaran Banjar negara naga yang ada di perut kami pun mulai bergejolak dan kami memilih untu berhenti di sebuah rumah makan di sepanjang jalan.

Ayam Goreng Manis

Rumah makan yang kami singgahi adalah Warung Makan Kampoeng Kali Jujugan Serayu, Jujugan?? mungkin karena menjadi tempat singgah orang yang akan melakukan perjalanan ke atau melalui Wonosobo. Cuaca yang sedikit mendung membuat suasana menjadi dingin dan sejuk, membuat perut semaki terasa lapar.hehehe. Kami sekeluarga sangat senang dengan yang namanya tempe mendoan, oleh sebab ini masih di area purwokerto yang khas dengan mendoannya kami pasti memilih mendoan salah satu menu yang ada di meja kami selain menu utama untuk makan kami sekeluarga. 

Ikan Bakar

Sambil menunggu hidangan datang, saya melihat-lihat sekeliling rumah makan. Rumah makan ini juga terletak di pinggir aliran sungai serayu yang terkenal derasnya. Rumah makan ini juga menyediakan wahana outbond bagi yang ingin mencoba olahraga dengan meningkatnya adrenalin bersama orang-orang terdekat. Kebetulan saat kami disitu ada sekelompok orang yang datang untuk bermain arum jeram, mereka terdiri dari 6 orang. Mereka mempersiapkan diri untuk bermain dan menikmati arum jeram bersama dengan pemandu mereka, arum jeram disini ditempuh kira-kira 1 jam dengan aliran air yang cukup deras. 

Menu Jujugan Resto

Setelah saya puas melihat mereka bermain arum jeram, kini saatnya saya menimati hidangan bersama keluarga. Mendoan yang panas langsung habis kami nikmati seketika sambil bercanda, Hidangan utama pun datang kami siap menikmati ayam goreng kampung yang pass cara pengolahannya membuat ayam ini terasa nikmat dan empuk meski biasanya yam kampung terasa alot. Selain ayam kampung kami juga memesan ikan bakar, ikan bakar ini dibakar setengah matang lalu di beri bumbu rempah khusus lau dipanggang sebertar sampai agak coklat. Bumbu dan cara bakar yang pas membuat makanan ini menjadi nikmat, ikan bakar ini habis seketika lho karena kami lapar. Sayurasem dan sambal juga dimasak dengan sempurna membuat ami semakin lahap menghabiskan makanan pesanan kami. Harga menu makanan disine terbilang murah lho, meski rumah makan tetapi harganya seperti di warung tenda pinggir jalan, pass dikantong dengan harga yang murah.


Selesai makan kami menikmati suasana yang sejuk dengan minum minman hangat, ada yang memesan kopi, teh, jahe dan saya sendiri jeruk. Minuman yang panas menjadi cepat dingin disini karena cuaca yang sangat dingin. Setelah usai kami menikmati hidangan, saatnya kami meneruskan perjalanan.

Perlengkapan Arum Jeram

Saya sedikit ngobrol dengan Pakdhe saya sewaktu akan keluar dari rumah makan, dia mengatakan "Kalau kita naik Toyota Agya, jalan menanjak gini dengan muatan full bisa tetep irit lho dek?" Saya jawab : "Ia to pakdhe" Pakdhe : " Ia wong Agya itu termasuk mobil lincah dengan performa prima dalam kondisi jalan datar maupun menanjak dan berliku" Saya : "Wah asyik ya, apalagi design nya ya pakdhe, elegan dan pass banget".Pakdhe : "Ia, mobil ini juga aman untuk kita karena di dalamnya sudah ada Air Bag yang aman jika terjadi sesuatu dengan mobil pada saat dikendarai" Saya "Wah aman banget ya, nabung lah pakdhe semoga bisa beli Toyota Agya ya pakdhe" Pakdhe " Amin ya nduk" dan akhirnya kami kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan. Semoga saya bisa membeli mobil Toyota Agya. Amin


Toyota Agya Mobil Idaman






Wednesday, June 17, 2015

Studi Ekskursi Sosialisai Travel Heritage 2015


Mobil 3 siap berangkat. Yuukkkkkk


Melanjutkan cerita saya yang kemarin ya friends.......Saatnya jalan-jalan yuuukkk

Pukul 14.00 kami diminta kumpul di Lobby Hotel Cavinton untuk pengambilan Snack lalu menuju mobil masing-masing sesuai yang ditentukan. Kali ini saya mendapat bagian Bus no 3, Wawan Bus no 2, Apri Bus no 4, Arief dan Jeanot Bus no 5 karena mereka datang bersamaan. Sampai Bus ternyata saya termasuk yang pertama lho. hehehe. Duduk sambil ngobrol di depan mobil dengan peserta lainnya karena Peserta dari berbagai latarbelakang lho, ada beberapa daerah yang hadir dari Jakarta, Banten, Jawa Timur, NTB, NTT, Lampung,DIY, Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul, BNPB Yogyakarta. Tak hanya dari Dinas dari berbagai daerah tetapi ada juga dari Mahasiswa Arkeologi UGM, Mahasiswa Pariwisata UGM, Jogja TV, Jogja Heritage Society, Gudeg.Net, Museum Sonobudoyo, Taman Budaya, Koran Merapi dan tentunya Perwakilan dari Blogger Jogja. 

Pintu Masuk Kantor Bupati Juru Kunci Makam Raja-Raja Puroloyo Imogiri

Disambut oleh KRT Hastononingrat Bupati Makam Raja-Raja Imogiri

Pejalanan dimulai pukul 14.45 dengan iring-iringan 8 Mobil Elf dan lansung menuju ke Kantor Bupati Juru Kunci Makam Raja-Raja Puroloyo Imogiri. Kantor Bupati Juru Kunci Makan Raja-Raja Puroloyo Imogiri ini menjaga 2 Makan yaitu Makan Raja-Raja Imogiri dan Makam Raja-Raja Mataran di Kotagede untuk Wilayah Kasultanan Yogyakarta. Kantor Bupati Makam Raja-Raja Puroloyo ini terletak di 400 meter sebelah kiri jalan setelah lapangan Imogiri. Sesampai kami disana disambut oleh Kanjeng Raden Tumenggung Hastononingrat atau biasa disebut Kanjeng Hastono beliau adalah Bupati Juru Kunci beserta para staff nya. Di Kantor Bupati Juru Kunci sendiri terdapat rumah tinggal untuk Bupati tetapi dikarenakan Gempa 2006 yang terjadi di Yogyakarta seluruh gedung yang ada hancur termasuk Pendopo yang kami gunakan untuk berkumpul, tak hanya rmah tinggal tetapi ada juga kantor untuk Kerja Bupati dan Istimewanya adalah di Kompleks ni terdapat 7 Sumur yang sering digunakan oleh masyarakat Yogyakarta saat akan melakukan siraman menjelang pernikahan dengan syarat 7 Mata Air. Setelah kami diterima dengan baik dan disambut kami banyak diceritakan tentang kisah apa saja yang berada di Kantor Bupati Juru Kunci, setelah semua selesai kami bergegas menuju me bus masing-masing untuk melanjutkan perjalanan.

Foto di Pintu Masuk Makam Sultan Agung

Kami melanjutkan perjalanan yang tidak jauh yaitu langsung berkunjung ke Makam Imogiri, kami ini kami  melalui Pintu Solo karena setelah pertama masuk kami melewati Makam Raja-Raja Solo. Sesampai disana kami juga masih ditemani oleh Kanjeng Raden Tumenggung Hastononingrat, kami diajak untuk naik dan berdoa langsung di Makan Sultan Agung yang berada diatas. Untuk masuk ke Makam Sultan Agung harus menggunakan baju yang sudah disediakan, bagi wanita menggunakan jarik dan diberi kemben untuk laki-laki menggunakan seperti surjan dan menggunakan kain jarik untuk bagian bawah. Tidak semua orang yang ikut mau masuk terutama wanita yang berjilbab dikarenakan harus melepas jilbabnya. Sesampai kami diatas kami diajak berdoa oleh juru kunci yang bertugas di sekeliling makam Sultan Agung, setelah bedoa bersama-sama kami diajak masuk satu persatu ke dalam makam untuk berdoa secara pribadi memohon restu, setelah doa pribadi kami diminta untuk bergeser ke sebelah kiri makam Sultan Agung. Disebelah kiri Makam Sultan Agung kami diminta untuk mencium tanah yang baunya sangat wangi sebanyak 3x hirup dan tiba-tiba saya merasakan segar dalam tubuh saya, saya bingung kenapa bisa ada aroma wangi di sebelah makam tapi inilah keajaiban Tuhan yang kita tidak tahu ya. Setelah berdoa di samping makam dan menghirup aroma tanah yang wangi kami keluar satu-persatu dan berdoa kembali di Makam Istri Sutan Agung yang terletak di samping Makam Sultan Agung. Setelah kami berdoa kamiduduk sejenak sambil menungg teman-teman yang antri untuk berdoa, usai semua selesai berdoa kami turun untuk berganti baju. Setelah kami ganti kembali menggunakan baju, kami diberi minuman yang sangat segar asli dari daerah Imogiri yaitu Wedang Uwuh. Wedang Uwuh yang artinya wedang minuman dan uwuh yaitu sampah, kenapa disebut miuman sampah karena wedang uwuh campuran dari berbagai daun-daun dan rempah-rempah asli Indonesi, minuman ini bila diminum terasa sangat segar dan hangat karena ada jahe di dalamnya. Tak terasa sudah hampir gelap kami menikmati minuman di Makam Raja-Raja Imogiri, kami langsung bergegas untuk masuk ke dalam Bus kembali untuk melanjutkan perjalanan.

Selfi Peserta Sosialisasi Travel Hertige bersama KRT Hastnoningrat

Kami KBJ Selfi di depan Pintu Masuk Makam Raja-Raja Kasunanan SUrajkarta

Malam Menjelang dan kami bergegas melanjutkan perjalanan

Usai kami dari Makam Raja-Raja Imogiri kami melanjutkan perjalanan ke Sekar Kedaton Resto, Rumah Makan ini terletak di Jlan Tega Gendu no 28 Kotagede. Sampai Rumah Makan Sekar Kedaton kami diberi waktu untuk santai sejenak sambil menunggu teman-teman yang menjalankan Sholat Maghrib. Setelah beberapa saat dan Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta hadir acara malma ini dimulai dengan makan malam bersama hingga pukul 19.45 diiringi lagu keroncong dari kelompok Desa Wisata Tegal Gendhu yang sangat merdu dan Indah, semakin membaut kami dibuai oleh suasana tempoe dulu. Setelah kami selesai menikmati makan malam, acara inti malam ini pun dimulai dengan Sambtan dari Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Bapak Drs. Umar Priyono, M.Pd. dilanjutkan penutupan secara sah oleh Bapak Umar bahwa acara Sosialisasi Travel Heritage ditutup. Selanjutnya setelah penutupan acara Travel Heritage dilanjutkan Deklarasi Travel Heritage Indonesia yang diikuti oleh perwakilan MPU dari daerah di Indonesia. Dengan ditutupnya acara ini oleh Bapak Umar usai sudah rangkaian kegiatan kami hari ini. Semoga dengan Sosialisasi ini Travel Heritage di Indonesia semain baik dan terus dijaga kelestariannya demi Indonesia lebih baik.

Duduk bersama dengan kesibukan masing-masing

Iringan Keroncong dari Desa Wisata Tegal Gendhu

Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Bapak Drs. Umar Priyono, M.Pd.

Deklarasi Travel Heritage

Tuesday, June 16, 2015

Sosialisasi Travel Heritage 2015


Ibu Erna dan Pak Sutaya saat menyampaikan Materi

Sosialisasi Travel Heritage?? Perkiraan awal saya seputar informasi tempat wisata di Yogyakarta yang memiliki budaya maupun cerita yang sangat indah. Awal saya menerima info acara ini dari Grup Facebook Komunitas Blogger Jogja, yaitu komuntas blogger yang ada di Yogyakarta. Dalam informasi yang disampaikan oleh mas Nugroho Susanto dan hanya berlaku untuk 5 orang pendaftar pertama, 5 pendaftar pertama yang ikut adalah Wawan, Apri, Saya, Arief dan Jeanot. Acara Sosialisasi akan diadakan di Hotel Cavinton 15 Juni 2015 jam 08.00-21.00

Pohon Kalpataru Foto By Wawan

Senin, 15 Juni 2015 saya hadir dan kebetulan teman saya Wawan sudah lebih dulu hadir. Pertama kali hadir saya diminta untuk mengisi presensi dengan diberi Seminar Kit dan diminta untuk mengisi sebuah kertas untuk digantungkan di salah satu pohon dan diisi dengan keinginan dan saran kita untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Setelah melakukan registrasi kami diminta satu-persatu foto di backdrop sebagai souvenir dan kesempatan juga untuk foro bersama teman-teman Komunitas Blogger Jogja. Pohon ini untuk menggantungkan harapan kita diberi nama Pohon Kalpataru, Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Kalpataru sendiri adalah bahasa Sansekerta yang berarti pohon kehidupan (Kalpavriksha). Berasal dari Wikipedia

Tari Pudyastuti

Acara dimulai pukul 09.00 dibuka dengan Tarian Sekarpudyastuti, Tarian Pudyastuti ini merupakan tarian penyambutan yang khusus dan juga menampilkan gerakan tarian gaya perempuan Yogyakarta yang anggun. Setelah Tarian Pudyastuti dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh  Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta tetapi karena berhalangan di wakili oleh penggantinya yaitu Ibu Erna. Selanjutnya Ibu Erna menyampaikan Materi pertama yaitu Travel Heritage Untuk Masa Depan Cagar Budaya Indonesia yang Lebih Baik disampaikan oleh Ibu Erna sebagai wakil dari Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Travel Heritage saat ini menjadi salah satu tujuan favorit destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara oleh sebab itu Pemerintah mengajak seluruh elemen masyakarat untuk turut serta membangun pariwisata yang memiliki nilai histori yang bisa semakin meningkatkan pariwisata Indonesia di Dunia


Materi yang kedua yaitu "Promosi Pelestarian Cagar Budaya berdasar Regulasi Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya" disampaikan oleh Bapak Ir. Suyata sebagai Dewan Pertimbangan Pelestarian Warian Budaya (DP2WB) DIY. Bapak Suyata menjelaskan bagaimana cara pengemasan pelestarian warisan budaya untuk umur agar warga awam yang tidak bisa memahami secara detail dapat menikmati tanpa merusak warisan budaya yang ada karena pelaksanaan saat ini lebih pada explorasi warisan budaya tanpa melihat bagaimana menjaga warisan budaya yang baik.

Materi ketiga "Informasi Desain Kegiatan Travel Heritage" disampaiakan Oleh Obu Dian Lakshmi Pratiwi, SS.,MA. dari Kasi Purbakala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Travel Heritage akan dibawa dari local ke Global, Tujuan ini meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pelestarian cagar budaya melalui kemanfaatan yang bisa diperoleh publik dari kegiatan ini, Membangun networking/jejaring pelestarian cagar budaya yang saling memberi dan memperoleh manfaat dari kegiatan Travel Heritage. 

Selesai pemaparan materi seluruh peserta yang hadir diberi info pembagian Bus untuk mengikuti Studi Ekskursi (Jelajah Kawasan Cagar Budaya Imogiri) dan membawa semua bawaan kami karena setelah menikmati makan siang kami langsung masuk ke Bus masing-masing


Penasaran kelanjutan Studi Ekskursi saya.........Tunggu ya.......




















Monday, June 15, 2015

Saoto Bathok Mbah Katro

Warung Saoto Bathok Mbah Katro

Soto Bathok?? Apa itu?? Pertama Kali dengar nama itu unik tapi juga aneh kok pake bathok? mangkok nya atau apa ya?? Hehehe gak mungkin ya tempat makan nya bathok, kelapa sebesar apa cobak?? hihihi imajinasiku berlebihan ternyata

Liburan ke Kalasan kerumah kakak memang hal biasa dan bila pagi hari kami biasa bersepeda bersama, sekedar mencari keringat yang gak seberapa banyaknya.hehehe. Kalau sepedaan bersama saya dan kakak perempuan saya biasanya suami kakak saya hanya menjawab : "Nek karo Ibu n Tante mesti mung cerak, paling pol soto bathok!" Saya dan kakak saya menjawab serempak "Mesti!" Intinya sepedaan bersama kami hanya sekedar kumpul dan mencari keringat sedikit, wong nek jauh sudah lemas membawa badan (hihihihi), saoto bathok sendiri berjarak tidak jauh dari rumah hanya 9km makanya pasti cm keringat sebagian.hahaha

Paduan yang pass

Pagi hari jam 06.00 biasanya kami berangkat bersepeda, karena tidak terlalu jauh dan sepedaannya santai jadilah jam 6.30 sudah sampai saoto. Pertama kali kesana saya gak nyangka sepagi itu antriannya buanyakkk banget sampai saya pesimis dilayani lama gak ini. Sambil menunggu makanan datang saya menikmati udara yang sejuk semilir, wah bikin ngantuk nich soalnya saoto bathok ini terletak ditengah sawah jadi wah suasanya bikin seger ngantuk..hehehe. Ternyata gak berapa lama menu soto pesanan kami datang. Soto dengan mangkok dari bathok kelapa ditambah tempe garitnya yang super enak plus sate usus dan sate telur puyuh hmm uenaakkk plus minum jeruk anget.

Harga Saoto Bathok ini gak mahal dan dibandrol dengan harga super murah yaitu Rp 5.000 per mangkok, sangat terjangkau buat semua kalangan. Dengan biaya yang murah otomatis juga porsi yang tidak terlalu besar, untuk rasa sebenarnya standart saja. tetapi yang bikin istimewa bagi saya adalah cara penyajian, tempe garit yang guruh dan renyah ditambah suasana makan di pinggir sawah dengan angin yang sepoi-sepoi jadi Istimewa dech. Suasana yang santai dengan pemandangan hijau-hijau sudah mengobati dan mengurangi lelah kita selama bekerja, minggu saat nya santai bersama keluarga. Saoto Bathok ini soto yang berisi daging sapi, jadi buat yang punya kolesterol jangan terlalu takut karena tidak menggunakan gajih atau lemak hanya murni daging, tapi untuk jaga-jaga perlu waspada obat kolesterol juga ya kalau sampai habis lebih dari 1 porsi siap olah raga lagi.hehehe Bagi yang penasaran silahkan dicoba dan ajak keluarga, asyik dech! Ada ayunan lho buat maninan si kecil

Denah via Google Maps

Saoto Bathok ini terletak di Jalan Candi Sambisari Sleman Yogyakarta, tepatnya utara Candi Sambisari, untuk perkiraan lewat Bandara ke timur sampai nanti ada pengkolan depan kantor Kedaulatan Rakyat (KR) keutara lewat Kampus Ukrim nanti sampai mentok belok kiri lalu mengelilingi Candi Sambisari dan kira-kira 500 meter utara sambisari.

Ponakan yang Hobby banget sama tempe garitnya

Sate Usus dan Sate Puyuh


Saoto Bathok

Tempe Garitnya asyoooyyy

Suasana Pinggir sawa yang asri dengan gasebo dan tanaman

Sawah yang asri dan sejuk. Segarnyaaa


Friday, June 12, 2015

Deklarasi Sinergitas Lintas Komunitas Jogja di Taman Breksi

Foto by drone oleh komunitas Multirotor Jogja

Wisata di Yogyakarta menjadi perhatian tama dari jajaran Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kini Yogyakarta yang dulu dikenal menjadi Kota Pelajar juga banyak dikenal menjadi salah satu kota tujuan utama wisatawan lokal maupun internasional. Yogyakarta memiliki 5 Daerah Tingkat 2 yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulon Progo, Istimewanya Yogyakarta semua Daerah Tingkat 2 memiliki tempat wisata yang beraneka ragam dari kuliner, wisata alam, dll.

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Aksi Lintas dan Pelaku Komunitas "Peduli wisata Jogja" yang diselenggarakan di Taman Breksi, Situs Geo Heritage Candi Ijo, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada Hari Sabtu-Minggu 30-31 Mei 2015.

Malam Deklarasi dan Peluncuran Web www.visitingjogja.com

Kegiatan Aksi Lintas Komunitas ini terdiri dari 2 (dua) acara, yakni acara inti dan acara pendukung. Acara inti dari kegiatan ini adalah “Deklarasi Sinergitas Lintas Komunitas” dan “Launching Website www.visitingjogja.com”. Sementara itu, acara pendukung yaitu atraksi dan eksebisi yang digelar oleh masing-masing komunitas. Komunitas yang tergabung dan akan mengadakan aksi yaitu Komunitas aerobatik pesawat dan pesawat remote controloleh FASI (Federasi Aerosport Indonesia), atraksi gathering dan latihan gabungan komunitas motor trail 2 x 1 , Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) oleh Pramuka Kwarda DIY, 1.000 pesepeda pesertaJogja Bike Heritage, atraksi tarian api oleh komunitas firedance, atraksi 20 seniman perupa, lomba foto oleh komunitas fotografi,eksebisi dan atraksi gerobag wisata oleh paguyuban gerobag sapi DIY.

Selain Banyak Komunitas yang disebutkan diatas masih banyak komunitas lain yang hadir yaitu Komunitas Susur Gua, Komunitas Jelajah Gunung (Mountaineering), atraksi memasak Komunitas Slow Food Yogyakarta, Komunitas Panjat Tebing Indonesia, Komunitas Pemandu Wisata Minat Khusus, Komunitas Paralayang, Komunitas Olahraga Air, Komunitas Blogger, Komunitas Sepeda Gunung, Komunitas Sepeda Lipat, Komunitas Sepeda Onthel, Komunitas Mobil Antik, Pramuka, Komunitas Vespa, Komunitas Motor Box (Kombo), Komunitas RX King, Komunitas Honda CB, Komunitas Volkswagen, Komunitas Offroad 4 x 4 (J-Adventure), Forum Pokdarwis/Desa Wisata, HPI DIY, ASITA DIY, PHRI DIY, Paguyuban Dimas Diajeng, komunitas musisi, dll

Bersama Teman-Teman Blogger Jogja dan keponakan

Kenapa Yogyakarta mengadakan Lintas Istimewa?? Daerah Istimewa Yogyakarta 2005-2025 mengamanatkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera. Dalam rangka mengupayakan hal tersebut serta melihat pencapaian yang telah ada saat ini Yogyakarta memerlukan pengembangan destinasi kepariwisataan dengan melibatkan banyak faktor. Konsep utama acara ini adalah Gathering dan penguatan Kerjasama antar komunitas dari berbagai bidang yang ada di daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, peremuan ini diharapkan menjadi ajang komunikasi antar komunitas di Yogyakarta untuk bersama-sama memajukan Yogyakarta.

Malam deklarasi dan Pelncuran Web www.visitingjogja.com

Saya berkesempatan besama teman-teman ikut menghadiri dan menikati Seluruh rangkaian acara, tak hanya saya dan teman-teman. Tak hanya kami, tetapi kebanyakan semua orang yang hadir dapat menikmatnya. Meski cuaca terik tetap tidak mengurangi semangat kami menikmati segala kegiatan yang ada. Saya sangat sengan dengan atraksi dari Komunitas FASI ( Federasi Aerosport Indonesia), mereka dapat mengontol terbangnya pesawat dengan kelincahannya dan tidak mengenal usia. Pelaku komunitas ini dari anak-anak yang saya taksir berusia 13tahun sampai usia dewasa. Wah saya sangat senang, buat teman-teman yang tidak bisa hadir semoga lain waktu akan diadakan kembali.


Foto bersama Keluarga di Taman Breksi


Foto di depan Komunitas Gerobag Sapi

Foto dengan latar belakang suasana Jogja meski tertutup awan

Kecantikan salah satu tebing Taman Breksi di Siang hari

Tuesday, June 9, 2015

Angkringan Nganggo Suwe

Harga di Angkringan Nganggo Suwe
Angkringan adalah warung makan tenda awalnya dengan menu khas nya Nasi Kucing (Nasi dengan sayur kecil di dalamnya), angkringan tidak hanya menjajakan nasi kucing tapi juga sering menjajakan dengan lauk pauk seperti tempe, tahu, dll.

Angkringan kini sudah merambah di kota manapun dengan beberapa sebutna khas menurut kota nya. Dijogja di sebut angkringan tapi di kota lain seperti Solo biasa disebut Hik dibeberapa kalangan menyebut Hik karena alasan sering banyak orang bersendawa Haek makanya disebut warung hik, di Kota Semarang disebut Gelo-gelo.

Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Solo dikenal sebagai warung hik ("hidangan istimewa ala kampung") atau wedangan. Gerobag angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8 orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari, ia mengandalkan penerangan tradisional yaitu senthir, dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan.
Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau.
(Sumber : Wikipedia)

Membahas Angkringan gak jauh dengan membahas makanan sederhana murah dan pasti enak lho, kenapa disebut Istimewa karena dengan makanan yang sederhana dan harga terjangkau kita bisa makan kenyang.


Peta dari Google Maps


Salah satu angkringan yang legedaris di Jogja adalah Angkringan Nganggo Suwe yang terletak di Jalan Pramuka no 106 Yogyakarta. Angkringan Nganggo Suwe ini sudah jualan cukup lama sekitar tahun 1990 aa, angkirngan nganggo suwe menjajakan menu makanan mulai harga 1.500 dan minuman muai dari 2.000. Angkringan Nganggo Suwe ini memiliki Makanan Khas yaitu Nasi Bakar (Nasi Guri yang dibakar dengan daun pisang) tak hanya makanan minuman pun memiliki minuman yang khas dan tidak perlu di ragukan lagi yaitu Wedang Jahe maupun Wedang Susu Jahe. Wedang Jahe disini lain daripada yang lain yaitu Jahe kualitas terbaik dipadukan dengan gula jawa yang baik pula menghasilkan rasa minuman jahe yang jahuuuddd pokoknya :)

Angkringan Nganggo Suwe ini buka mulai pukul 18.00 sampai pukul 05.00, jadi buat teman-teman yang dijogja kelaparan tengan malam silahkan langsung kesana. Angkringan Nganggo Suwe ini juga khas dengan Nasinya yang selalu Fresh karena saat habis bagian dapur langsung memasaknya.

Angkringan Nganggo Suwe ini jadi salah satu tempat makan khas untuk Keluarga saya, selain makanan yang murah dan selera makan tempo doloe jugu bisa kita temukan disini. Makanan yang sangat menggugah yaitu Nasi Bakar, Lentuk dengan warna merah muda. Selain alasan makanan yang nikmat tetapi juga tempat yang nyaman untuk semua kalangan dari orang tua, anak muda sampai anak-anak.



Angkringan Nganggo Suwe

Jalan Pramuka no 106 Yogyakarta
Buka 18.00-05.00

Menu di Angkringan Nganggo Suwe

Menu di Angkringan Nganggo Suwe

Saya dan Bapak 


Monday, June 1, 2015

Coklatnya Jogja? Sw33t Corn3r Aja!

Owner Sw33t Corn3r besama Teman-teman KBJ
Coklat?? Siapa yang tidak kenal yang namanya coklat, coklat banyak digunakan sebagai rasa olahan makanan yang ada dimana-mana. Coklat digemari oleh semua kalangan dari anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Coklat dapat dijadikan bentuk apapun dan dengan banyak rasa hasil percobaan masing-masing orang. 





Toko coklat dijogja ada gak sich? Pasti ada donk. "Sw33t Corn3r" merupakan salah satu toko coklat di daerah Kota Jogjakarta, Sw33t Corn3r terletak di Jl. Polowijan no 38, Kraton-Yogyakarta. Sw33t Corn3r sudah mulai berjualan semenjak kurang lebih 5 Tahun lalu, tetapi kini Sw33t Corn3r juga melayani penjualan offline. Toko Sw33t Corn3r sendiri mulai buka tepatnya tanggal 19 Juni 2014

Denah Jika Kalian Ingin ke Sw33t Corn3r

Sw33t Corn3r memiliki lebih dari 80 Varian Rasa, unggulan mereka yaitu Prestezza, Myth, Amoroso, Allegro dan lain-lain. Ada yang unik dari Sw33t Corn3r yaitu coklat yang mereka miliki diberi nomo #1 sampai seterusnya jumlah varian yang mereka kembangkan.






Kenapa harus diberi nama Sw33t Corn3r?? Menurut sang pemilik Mas Thomas menyatakan bahwa pemilihan nama untuk membuat pembeda dengan merk coklat lainnya. Bukan hanya soal nama yang unik, soal rasa pun tentu berbeda dengan yang lainnya karena menggunakan coklat asli kwalias asli indonesia dengan campuran Grape-seed Oil serta Olive Oil yang membuat rasa coklat ini berbeda dengan yang lainnya.


















Sw33t Corn3r 
Jalan Polowijan No 38 Kraton Yogyakarta
Telp : 0878-3919-9781
Pin BB : 22A81503
Email : marketing.sw33tcorn3r@yahoo.com